Rajawalibaruna.com | ACEH UTARA – Hunian sementara atau yang dikenal dengan sebutan Huntara yang dibangun di Gampong Matangseuke Pulot, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, hingga Kamis (9/4/2026) sampai saat ini belum dihuni oleh warga.

Diamati di lapangan, bangunan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi warga yang terdampak bencana itu masih menyisakan persoalan mendasar yang cukup mengkhawatirkan. Terutama dikarenakan Huntara belum dihuni saja air sudah masuk ke dalam bangunan tersebut.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait kesiapan fasilitas dasar sebelum Huntara tersebut nantinya ditempati. Padahal, keberadaan sarana sanitasi seperti kamar mandi yang layak merupakan kebutuhan paling pokok dalam sebuah hunian, apalagi bagi warga yang sedang hidup dalam kondisi serba terbatas pascabencana.

Warga menilai, tanpa fasilitas sanitasi yang memadai, Huntara ini akan sulit dihuni secara manusiawi, selain tentunya mengganggu kenyamanan karena fasilitas kamar mandi yang tidak layak. Sebab jika kamar mandi lalu digunakan, air mandi pasti akan masuk kembali ke dalam ruangan. Lalu jika tidak digunakan, untuk apa jadinya kamar mandi tersebut dibuat.

“Malam kemaren hujan udah masuk air kedalam Huntara sampai sekarang masih ada airnya didalam. Itu hujan belum deras cuma bentar aja hujan. Apalagi sekarang sering hujan gimana kalau ada orang didalam malam-malam lagi tidur tiba-tiba hujan. Kalau tempat tinggal sementara belum layak bagaimana warga bisa tinggal dengan aman dan layak,” ujar salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi warga terdampak tidak hanya soal ketersediaan bangunan semata, tetapi juga menyangkut kelayakan fungsi dari Huntara itu sendiri agar benar-benar nyaman digunakan.

Bangunan yang berdiri tanpa dilengkapi fasilitas dasar yang memadai dikhawatirkan hanya akan menjadi simbol penanganan bencana semata, tanpa benar-benar menjawab kebutuhan riil warga di lapangan.

Oleh karena itu, warga sangat mengharapkan agar pemerintah dan pihak terkait segera menuntaskan segala kekurangan fasilitas di lokasi tersebut. Sehingga nantinya Huntara tidak sekadar berdiri secara fisik saja, tetapi benar-benar dapat ditempati dengan layak, sehat, dan manusiawi sesuai dengan harapan masyarakat.

 

penulis : (Mulianti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *