
Rajawalibaruna.com | Aceh Utara – Panitia bersama Remaja Masjid Besar Al-Huda serta masyarakat Kemukiman Matang Panyang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di masjid setempat, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis malam, 22 Oktober 2026.
Rangkaian acara diawali dengan salat Magrib berjamaah. Kemudian, seluruh jemaah yang sebagian besar merupakan kaum perempuan larut dalam zikir dan selawat. dipandu oleh ulama muda Aceh Utara kelahiran Tanah Pasir, Tgk. Bukhari H. A. Manaf (Abi Bukhari) Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Rukul Fata Al-Ma’arif Paloh Gadeng

Lantunan zikir dengan suara khas Abi Bukhari, yang terdengar merdu lalu diikuti secara serentak oleh seluruh jemaah. Puji-pujian kepada Allah serta selawat kepada Baginda Rasulullah SAW menggema sebelum jemaah kembali menunaikan salat Isya berjamaah.
Usai salat Isya berjamaah, Ketua Remaja Masjid Besar Al-Huda, Tgk. Zulhilmi A. Wahab, S.Sos., bersama jajaran panitia mematangkan persiapan acara puncak. Sebagai pembuka, acara diawali dengan sambutan dari Imum Syik Masjid Besar Al-Huda, Abi H. Mukhtaruddin Anas, S.E.
Dalam penyampaiannya, Abi H. Mukhtaruddin Anas mengucapkan terima kasih kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM), seluruh panitia pelaksana, dan Remaja Masjid. Beliau memuji kekompakan semua pihak yang menjadi kunci sukses jalannya peringatan maulid di Masjid Al-Huda.

Ucapan terima kasih juga mengalir untuk seluruh jemaah yang telah ikut menyiapkan kenduri maulid. Imum Syik berharap acara tahunan ini bisa terus terselenggara di Masjid Besar Al-Huda pada masa-masa yang akan datang.
Acara puncak kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah oleh ulama asal Kota Lhokseumawe, Tgk. H. Zulkarnaini Juned, atau yang akrab disapa Ayah Blang Panyang.
Dalam ceramah yang selaras dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Sebagai Bekal Pribadi yang Mulia,” Ayah Blang Panyang menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak. Beliau menyampaikan bahwa anak akan memiliki akhlak yang baik jika dididik dengan cara yang benar oleh orang tua yang membekali diri dengan ilmu agama.
Beliau memaparkan empat syarat utama agar diri dan keturunan dapat tumbuh menjadi pribadi yang saleh. Syarat pertama adalah menuntut ilmu agama sebagai fondasi utama kehidupan, yang kemudian diwujudkan melalui amalan saleh. Selanjutnya, setiap hamba wajib menjaga niat agar selalu tulus dan ikhlas, serta senantiasa bersabar dalam menghadapi segala proses kehidupan.
Selain itu, Ayah Blang Panyang juga mengajak seluruh jemaah untuk terus menata diri agar menjadi umat Muslim yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kita orang Islam hiduplah seperti pohon kurma. Tidak membuat mudarat bagi orang lain, malah menjadi manfaat. Dari buahnya yang kecil dicari orang untuk dijadikan obat, sampai buahnya tua sekalipun akan lebih terasa nikmat saat dimakan orang,” nasihat Ayah Blang Panyang dalam salah satu isi tausiahnya.
Acara penuh berkah tersebut dihadiri unsur Forkopimcam setempat, Wakapolsek Ipda Mulyadi mewakili Polsek Tanah Pasir, Imum Mukim Jrat Manyang Husen Basyah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para geusyik di Kemukiman Matang Panyang, serta warga setempat.
Malam itu, rangkaian acara diakhiri dengan pembagian nasi bungkus oleh pihak panitia. Jemaah laki-laki bersama panitia dan para tokoh agama tampak menyatu menikmati makan kenduri bersama.
( Amun RJ )
