Aceh Tamiang – Persentase kesembuhan hewan ternak baru-baru ini disampaikan langsung oleh Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Kadistanbunnak) Safuan, S.P, selaku penanggungjawab Satuan Gugus Tugas Penanganan dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Aceh Tamiang pada Jum’at (1/7/2022).

Safuan mengatakan pencapaian 96 persen ini merupakan hasil kerja keras serta sinergi petugas dan peternak, sejauh ini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak berhasil dikendalikan.

“PMK saat ini telah berhasil kita kendalikan, namun kita tetap optimalkan pengendalian tersebut mencapai batas maksimal”, kata Safuan.

Terkait pencapaian tersebut Safuan, S.P juga menjelaskan, Sampai dengan kemarin pada Kamis (30/6/2022), total jumlah sapi dan kerbau yang terjangkit sebanyak 8.805 ekor, angka sapi dan kerbau yang sembuh berjumlah 8.477 ekor, 229 ekor sapi masih sakit, Angka kematian 97 ekor sapi dan potong paksa 2 ekor, sehingga jika dilihat total akumulasi jumlah persentase penyembuhan saat ini mencapai 96 %.

Selain itu, sinergitas petugas dengan peternak juga berhasil menekan angka penyebaran ternak yang terjangkit dengan menggunakan obat – obatan medis dan vaksin.

“Dengan obat-obatan medis dan vaksin, peternak kita juga memberikan treatment rempah seperti jamu sebagai suplement hingga perawatan kaki, itu sangat membantu. Karena rempah juga bisa digunakan untuk peningkatan daya tahan tubuh sapi”, jelas Safuan.

Menurutnya, Keberhasilan pengendalian PMK tersebut tidak terlepas dari kinerja Polri yang membantu dalam mensosialisasikan penanganan wabah kepada peternak dengan cairan Eco Enzyme.

Ditempat terpisah, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Aceh Tamiang AKP Untung Sumaryo saat dikonfirmasi menyebutkan pihaknya telah menugaskan kepada jajarannya untuk membantu penanganan dan pencegahan wabah PMK.

”Seluruh jajaran telah mensosialisasikan Eco Enzyme yang merupakan sumbangsih dari polda Aceh melalui Polres Aceh Tamiang guna mendukung penuh pemulihan hewan ternak dari penyakit PMK” Kata Kasi Humas.

Menurutnya cairan Eco Enzyme digunakan untuk melakukan penyemprotan kandang, campuran pada makanan hewan ternak serta untuk penyembuhan luka pada mulut dan kaki hewan ternak.

“Selama ini Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan Polres Aceh Tamiang telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani dan menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak”, tutup Safuan.
(Andre/Fendi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *