Rajawalibaruna.com I Aceh Timur
Pembelajaran adalah suatu masalah yang melibatkan guru, siswa, dan komponen lainnya dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran, dengan kata lain, pembelajaran adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik, keberhasilan pembelajaran dapat diukur berdasarkan ketercapaian kompetensi yang telah ditetapkan sejak awal kegiatan pembelajaran. Sehingga semua pihak yang berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran yaitu siswa dan guru telah mengetahui arah pembelajaran. Oleh karena itu kedua belah pihak perlu bekerja sama sedemikian rupa, saling mendukung sehingga memungkinkan ketercapaian kompetensi yang ditetapkan.
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta
Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berprilaku sesuai denga nilai-nilai Pancasila dengan 6 ciri utama yaitu Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebenikaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada jenjang pendidikan SD terdiri dari beberapa materi pembelajaran, salah satu diantaranya adalah materi Adaptasi tumbuhan dengan lingkungan. Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan kegiatan pembelajaran di SD Negeri 2 Peureulak Kabupaten Aceh Timur, penulis melihat bahwa hasil belajar siswa kelas VI disekolah pada materi Keseimbangan ekosistem masih rendah. Hal ini terlihat dari data hasil pelaksanaan tes yang selama ini dilakukan dan guru yang mengajar menggunakan dirinya sendiri tanpa menggunakan media dan alat peraga yang menarik. Data hasil pelaksaan tes yang selama ini dilakukan menunjukkan bahwa hanya 50 % dari jumlah siswa kelas VI SD Negeri 2 Peureulak Kabupaten Aceh Timur yang memperoleh nilai sesuai dengan kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan.
Videoscribe adalah software yang dapat digunakan dalam membuat disain animasi berlatar putih dengan sangat mudah. Software ini dikembangkan pada tahun 2012 oleh sparkol. Dirilis dan dipublikasikan, software ini sudah mempunyai pengguna sebesar 100.000 orang lebih. Sparkol dalam Vidioscribe mengatakan bahwa : bagi orang yang belum tau, untuk membuat whiteboard animation mungkin mengira bahwa dirinya harus pandai dalam hal design, photoshop, dreamweaver dan apapun itu yang berkaitan dengan animasi.
*Langkah-langkah Menggunakan media pembelajaran*
Untuk pengunaan media videoscribe dapat digunakan secara tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, maka ada beberapa langkah cara membuatnya untuk menggunakannya. Sebelum kita membuat media videoscribe ini terlebih dahulu kita harus menginstal aplikasi autoplay ini, syarat agar software ini berfungsi dengan baik pastikan computer yang kita gunakan memiliki spesifikasi minimal yaitu : An x 86-compatible prosesor or intel Atom .6 GHz, 1 Gb of RAM, windows Vista or higher,a screen that can handl 800 768 resolution. Setelah itu kita dapat membuat videoscribe sesuai dengan yang kita inginkan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Membuka aplikasi aplikasi videoscribe
2. Membuat layar baru
3. Memilih layar untuk dikerjakan
4. Layar baru siap untuk diisi
5. Mulai memilih gambar, teks, atau suara
6. Mempublish hasil videoscribe
7. Menutup Aplikasi
8. Hasil akhir videoscribe
Setelah videonya selesai baru kita tayangkan kesiswa dengan menggunakan infokus sebagai media pembelajaran. Pembuatan Vidionya dilakukan beberapa waktu karena membutuhkan waktu yang lama bagi si pemula.
*Kelebihan media Videoscribe*
Semua media yang kita gunakan memiliki kelebihan dan kekurangan begitu juga dengan media videoscribe ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain guru terbiasa menggunakan IT seperti tuntutan sekarang, dan siswa akan termotivasi dan focus dalam melihat gambar- gambar, tulisan-tulisan dan mendengarkan lagu yang ditayangkan dalam vidio tersebut, sehingga siswa tidak akan mengantuk dan akan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan diberikan gurunya dengan berbagai macam kreasi sehingga menumbuhkan minat belajar siswa karena pembelajaran lebih menarik. Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti: mengamati video dan fokus dalam belajar.
Adapun kekurangannya adalah apa bila lampu mati dan sarana tidak memadai misalnya infokus, laptop tidak ada maka media ini tidak bisa ditayangkan atau digunakan karena butuh peralatan tersebut dan aliran listrik.
Pembelajaran IPA dengan bantuan media pembelajaran videoscribe yang telah diterapkan dalam pembelajaran IPA di SDN 2 Peureulak memberikan hasil sebagai berikut:
1. Nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan media pembelajaran 52 %, setelah menggunakan alat peraga meningkat menjadi 90 %.
2. Ketuntasan minimal secara klasikal sebelum dikenai tindakan 50 % setelah dikenai tindakan menjadi 92 %.
3. Keaktifan siswa pada tahap awal 42 % meningkat menjadi 89 % pada tahap selanjutnya.
Dari hasil pembelajaran yang dilaksanakan di kelas VI SDN 2 Peureulak, terlihat bahwa pembelajaran IPA materi Keseimbangan Ekosistem, kompetensi dasar mengidentifikasi keseimbangan ekosistem dengan lingkungan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam ( ekosistem) dengan menggunakan Media Pembelajaran videoscribe dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa dapat memahami materi pelajaran dengan mudah dengan memperhatikan Media pembelajaran videoscribe dengan disertai gambar- gambar yang menarik, tulisan yang ada dalam video tersebut . Selama proses pembelajaran siswa terlihat sangat aktif baik dalam kelompok maupun individual dalam bertanya, mencari jawaban, maupun dalam mengomentari kelompok lain.
Hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 2 Peureulak meningkat setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Media pembelajaran videoscribe yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Hal ini terlihat dari hasil tes sebelum digunakan media pembelajaran videoscribe nilai rata-rata siswa 50 %, ketuntasan minimal secara klasikal 50 % dan keaktifan siswa 45 %. Setelah dikenai tindakan dengan media pembelajaran video “garak” nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 90%, kentuntasan minimal secara klasikal 92 % dan keaktifan siswa menjadi 89%.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media videoscrabe pada materi Keseimbangan Ekosistem dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Peureulak.
Guru SD Negeri 2 Peureulak
penulis: Andriani,S.Pd.l

