Rajawalibaruna.com l Kendari
Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (BPVP) Kendari. Gelar Rapat Koordinasi bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dan Industri (FKLPI), bertempat di Ball Room Hotel Plaza Inn.Kota Kendari, Provinsi,
Sulawesi Tenggara.
Pada Hari Kamis,18/08/2022 Pagi.

Rapat koordinasi itu di hadiri oleh Ketua dan perwakilan pengurus FKLPI dan Kepala BPVP Kota Kendari beserta Staf dengan tema; “Tantangan dan Peluang Peningkatan Kemitraan Lembaga Pelatihan – DUDI di Era Adaptasi Baru.

Dalam Rakor FKLPI kali   hadir pula sebagai pembicara Khusus, Kepala BPVP Kota Kendari, sekaligus membuka Rakor tersebut.

Kepala BPVP Kendari, Dr.La Ode Haji Polondu,S.Pd.,M.Pd.
dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pembangunan ketenagakerjaan merupakan atau menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas unggul dan maju, generasi pekerja keras, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berdedikasi. Pembangunan SDM tersebut merupakan program yang masuk dalam 5 lima prioritas pembangunan nasional sesuai Instruksi Presiden. Maka
Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting, hal itu sesuai semangat Nawa Cita Presiden Joko Widodo, (katanya)

Lanjutnya, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) periode bulan Februari 2020, menggambarkan jumlah angkatan kerja Indonesia sebesar 137, 91 juta orang. Dari data tersebut, jumlah angkatan kerja yang bekerja adalah sebesar 131, 03 juta orang dan angkatan kerja yang masuk dalam kategori pengangguran sebesar 6, 88 juta orang.

Penyebab terjadinya pengangguran di Indonesia diantaranya adalah ketidakseimbangan antara pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang meningkat setiap tahunnya, kemajuan teknologi, sulitnya mendapatkan informasi lowongan kerja bagi para pencari kerja, kemampuan pencari kerja yang tidak sesuai dengan permintaan perusahaan, kurangnya pendidikan dan keterampilan serta tantangan disrupsi yang radikal di era revolusi industri di tahun ini.(tuturnya)

“Dirinya berharap,  dengan adanya FKLPI hubungan serta sinergisitas antara BPVP Kendari dengan para dunia usaha dan dunia industri harus berjalan baik demi mewujudkan (SDM) yang berkualitas dan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Republik Indonesia Khususnya di Wilayah Prov, Sultra

Senada itu, Ketua
FKLPI Sultra, AHMAT.SE.M Mengatakan bahwa Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dengan Industri yang merupakan suatu wadah komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi antara Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari, dengan Industri dengan tujuan mensinergikan program pelatihan (BPVP) dengan kebutuhan dunia industri.(link and match)

Selanjutnya, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FKLPI) itu pertama kali dibentuk pada tahun 2014. Melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Nomor : KEP. 95/LATTAS/IV/2014. Tanggal 30 Oktober 2014. Unsur Anggota (FKLPI) itu meliputi perwakilan dari Industri, Asosiasi Industri, dan Kawasan Industri.tutur Ahmat

Tegasnya, Agenda pertama FKLPI adalah melakukan survey terhadap Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yaitu, dengan tujuan identifikasi kebutuhan yang diperlukan serta Industri di wilayah BPVP setempat, guna memantapkan Serta penyerapan latihan peserta agar nantinya menjadi lulusan yang terbaik dan bisa diterima oleh industri.

Selanjutnya, Agenda  FKLPI adalah penyusunan buku pedoman pembentukan FKLPI dan pelaksanaan kemitraan lembaga pelatihan kerja sebagai acuan dalam membentuk FKLPI di Daerah tersebut.

Agenda berikutnya sampai saat ini adalah melakukan sosialisasi, pembentukan dan pembinaan FKLPI.

Dalam keterangan Ketua FKLPI Sultra, Mengharapkan agar angka pengangguran khususnya di Sultra bisa berkurang atau nol ujarnya)

Kaperwil Sulawesi Tenggara
Penulis : NURWINDU.NH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *