Rajawalibaruna.com |  Aceh Utara – Setelah beberapa kali di beritakan tentang kinerja Kepala sekolah SMPN 1 Seunuddon yang tidak sesuai dengan kejadian di lapangan dari sumber beberapa guru dan data yang terungkap baru-baru ini tentang laporan pembiayaan dari dana BOS SMPN 1 Seunuddon Oknum kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara diduga belum berani mengambil langkah tegas tentang sikapnya untuk mengambil keputusan terkait pemberitaan skandal dana BOS yang tidak transparan.

Bahkan Oknum pengawas SMPN 1 Seunuddon inisial (MY) mengultimatum agar warga SMPN 1 Seunuddon baik Guru dan Staf Sekolah agar jangan memberitakan dan mengadukan persoalan SMPN 1 Seunuddon kepada Media, yang menjadi tanda tanya kenapa Oknum dan Jajaran Dinas P dan K sangat anti dengan wartawan.

Bahkan terkait laporan seorang Guru Honor yang membeberkan laporan Fiktif di Grup WhatsApp SMPN 1 Seunuddon di ancam oleh Oknum kepala Sekolah dengan mengatakan bahwa banyak guru-guru yang meminta untuk mengajar di SMPN 1 Seunuddon.
Guru honor tersebut  langsung memutuskan mulai malam itu untuk berhenti dan keluar dari SMPN 1 Seunuddon karena sikap arogan dan marah-marahnya Oknum Kepala sekolah saat ditanya mengenai Anggaran dana BOS.

Disaat Media melakukan konfirmasi dengan Kepala dinas tentang kejadian ini, Oknum Kepala Dinas menyatakan memang Oknum Kepala Sekolah masuk dalam rencana mutasi tapi ada mekanismenya mengutip pesan singkat kepala dinas disaat awak Media hubungi melalui via WhatsApp.

Kepala dinas seakan akan lepas tangan saat media mengirimkan data laporan dari 2020 tiga tahap hingga 2021 tahap satu. Hingga berita ini di tayangkan belum ada konfirmasi dari Kepala dinas. (Muhazir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *