Rajawalibaruna.com, Aceh Utara
Pada saat musrembang Didesa Mane kawan kec. Seunuddon untuk pengajuan rencana pembangunan ataupun hal2 yang lain tidak dilibatkan masyarakat dalam rapat pengajuan tersebut Cuma Oknum geuchik serta Tuha Peut dan perangkap desa dan kasi PMD, pendamping desa dan Mukim.Rabu( 5/1/2022)
Acara rapat Malam Jum’at tgl 30-12-2021. Masyarakat desa Mane kawan heran dan timbul pertanyaaan kenapa musrenbang kali ini tidak ada rapat umum pada hal sejak menjabat Oknum Geuchik yang sekarang selalu Musrenbang diadakan rapat umum.
Ini acara rapat tersembunyi, Ada Apa?Menurut pengamatan Masyarakat dibuat rapat tersembunyi disebabkan dalam Mengelola Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2021 diduga tidak transparan oleh Oknum Geuchik.
Sebab masyarakat disaat musrenbang ingin mempertanyakan pada Oknum Geuchik anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2021 Dipergunakan kemana saja? Karna fisik yang dibuat cuma buka jalan baru diatas tanggul irigasi punya PU,Sementara Papan informasi tidak ada karna jalan diatas Tanggul Irigasi Dibuat asal jadi,kata masyarakat.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) masyarakat yang menerima cuma 75 Orang atau lebih, Sementara Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2021 sebesar RP. 980..000.000 atau lebih, jadi waktu musrenbang kasi PMD heran kenapa tidak ada masyarakat?Dijawab cuma duduk2 saja.
Akhirnya bicara program,kasi PMD malas bicara memilih diam dan Disuruh protes sama masyarakat karna musrenbang bukan rapat umum tapi rapat tertutup.kata Oknum kasi PMD.
Dan Anehnya lagi ditahun 2020 Bantuan Lagsung Tunai (BLT) masyarakat pada umumnya 3 bulan tidak dibayar, Masyarakat melaporkan masaalah tersebut kepada Tuha Peut.Dan Tuha Peut melaporkan masalah BLT kepada Camat,namun tidak ada peyelesaian.
Akhirnya Tuha Peut melaporkan ke polsek,di saat ke polsek Tuha Peut membawa 3 Masyarakat yang mendapatkan BLT Sebagai Perwakilan Masyarakat Yang Lain Supaya Dibayar.Tidak juga ada penyelesaian. kami bertiga, ketua dan 2 orang anggota Tuha Peut tidak menandatangani RKPG thn 2021 apabila Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak dibayar kepada masyarakat.
Oknum Geuchik menelpon lewat hp ke Ketua Tuha Peut.Apabila RKPG tidak ditandatangani BLT thn 2021 diambil dilangit jadi apa maunya Tuha Peut?katanya,Ketua Tuha Peut pun menjawab “BLT masyarakat tolong dibayar kalau udah dibayar kami langsung tanda tangan.
Herannya lagi oknum Geuchik menyuruh tanda tangan masyarakat melalui ketua lorong secara pintu kepintu rumah masyarakat dengan dalih supaya diberikan BLT dan 4 orang anggota Tuha Peut serta perangkat desa ikut tanda tangan.
Dibuat berita acara hasil rapat masyarakat, malam, tanggal, jam semua direkayasa untuk menjatuhkan 3 anggota Tuha Peut. Anehnya lagi oknum camat langsung bertindak Tanpa memanggil ketua dan 2 anggota Tuha Peut tersebut,langsung membuat berkas PAW Karna oknum camat berkuasa seenaknya mengambil keputusan tidak mematuhi hukum yang berlaku didalam UU Tuha Peut.
Stempel ketua yang di PAW adalah yang selama ini digunakan stempel lain.kata Taifuri. Kami memohon kepada pihak instansi hukum yang menangani masaalah desa,tolong berikan kami butir Pancasila yang ke 5. keadilan bagi seluruh rakyat indonesia
(M Nasir)

