Rajawali Baruna.com | Langsa | Pantauan awak media di saat kami mengunjungi pangkalan Abang becak di simpang Kota Langsa tampak sunyi dari penumpang Mingggu dini hari 1 Mei 2022.
Salah seorang sopir becak yang bernama bang Boy menuturkan bahwa selama bulan Ramadhan penumpang yang menaiki Becak menurun drastis katanya,tidak seperti sebelumnya Abang becak bisa mengais rezeki 100 hingga 200 ribu setiap malamnya.
Menjelang seminggu lebaran Aidil Fitri situasi perkembangan masih biasa biasa saja,sehingga pemasukan Abang becak menurun drastis.pun demikian bang boy menjelaskan mungkin karena covid 19 yang masih berlanjut hingga berkurangnya pemudik.
Sopir becak yang lainnya yang bernama Reno mengatakan bahwa mungkin malam lebaran besok sewa akan banyak mengingat banyak masyarakat Langsa yang tinggal di Banda Aceh,Sigli dan Bireun yang akan pulang kampung ke Langsa.

Nek Ma’e sebagai Ketua Aliansi Abang becak simpang comando mengatakan inilah yang terjadi di Kota Langsa keseimbangan dan kesenjangan Ekonomi sosial di mana lebih dari 60 persen penduduk kota Langsa berprofesi sebagai pegawai negeri sipil.
Walau demikian Nek Ma’e memberikan semangat kepada pengemudi becak agar tetap semangat dan ikhlas dalam mencari rezeki,karena Allah telah mengatur rezeki hambanya.
Saat awak media bertanya kepada Nek Ma’e apakah ada pesan untuk para pengambil kebijakan atau pemimpin di kota Langsa,Nek Ma’e menjawab “pantang bagi saya untuk mengemis dan meminta minta kepada pemerintah,dan tidak tertutup kemungkinan saya akan menerima bantuan apabila pemerintah berkenan membantu kami,tutupnya.
(MUHAZIR)

