RajawaliBaruna.com | Aceh Utara | Ketua L-KPK Aceh Utara pada Kamis 23 Juni 2022 kembali angkat bicara terkait Bimtek para Geusyik Gelombang Ketiga yang di sebutnya melukai hati masyarakat karena pergi ke Bogor untuk belajar membuat pupuk.
Ketua L-KPK Aceh Utara pun sangat menyayangkan dan mengutuk keras Bimtek Para Geusyik ke Bogor yang tidak ada manfaatnya dan tidak ada pemasukan untuk PAD(Pendapatan Asli Daerah),karena Uang yang di gelontorkan untuk Bimtek Per orangnya sebesar 15 juta hanya berputar di Bogor,sangat jauh berbeda bila Bimtek di laksanakan di Aceh,maka uang Aceh Utara akan berputar di Aceh.
Dan menurut geuhcik geuhcik yg sudah pulang dari bogor ada rasa kecewa yang mendalam.. Krn mereka tidak ada pelatihan pupuk di bogor, Cuma tidur di hotel dan berjalan jalan kok bisa habis segitu anggaran nya..? Dan menurut ketua L-KPK aceh Utara, Edy Saputra,:Kepergian Bimtek ke Bogor tidak seragam, Artinya di desa A. Yang pergi geuhcik dgn bendahara, Di desa B.sdh lain lagi yg pergi. Geuhcik dengan kaur pemerintahan,Anehnya program bimtek Aceh Utara.
Ketua L-KPK Aceh Utara pun membantah keras pernyataan Ketua Forum Geusyik Kecamatan Tanah Jambo Aye Mawardi yang membela dan mendukung Bimtek Geusyik Ke Bogor,berikut petikan pernyataan Mawardi,:
Mawardi menyebut dari Kecamatan Jambo Aye perangkat gampong yang ikut bimtek 46 orang dari 47 desa. “Sisa satu desa lagi saya kurang paham apa alasannya tidak ikut,” ucapnya.
Menurut Mawardi, sebelumnya untuk biaya bimtek itu dikumpulkan para perangkat desa melalui forum keuchik Rp15 juta/peserta.
Dia beralasan pihaknya ikut bimtek tersebut agar ada peningkatan atau pengembangan kapasitas perangkat gampong. “Harus ada perubahanlah. Apalagi pelatihan ini mengenai pengolahan pupuk, diharapkan bisa betul-betul dapat dikembangkan di setiap gampong masing-masing,” kata Mawardi.
“Bimtek inikan juga salah satu upaya untuk mencapai suatu perubahan program di desa. Cuma kita sekarang melihat bagaimana pola pikir masing-masing, mungkin ada sebagian kalangan masyarakat tidak mendukung dan sebagian ada juga yang men-support,” tambah dia.
Mawardi berharap para keuchik dan aparatur desa di wilayah Jambo Aye yang mengikuti bimtek itu agar benar-benar serius mempelajari cara pengolahan pupuk. “Dengan tujuan dapat memberdayakan masyarakat gampong tentang pengolahan pupuk organik. Meskipun tidak tercapai 100 persen, barangkali ada perubahan di gampong,” tuturnya.
Ketua L-KPK Aceh,Rusli juga menuturkan bahwa Bimtek Ke Bogor hanya akan menghasilkan Fitnah,hanya menghamburkan uang rakyat dengan hasil yang sedikit.
Muhazir

