Rajawalibaruna.com | Kota Langsa – Senin, 12 Mei 2025, Ketakutan menyelimuti warga Kota Langsa. Bukan tanpa sebab. Serangan premanisme yang kian marak—termasuk perampokan, pencurian, dan pembegalan—telah menciptakan suasana mencekam, terutama di malam hari. Teuku Mustafa Ab, atau yang lebih dikenal dengan Ampon, seorang keturunan bangsawan Aceh, tak tinggal diam. Dengan nada keras, ia mendesak Kapolres dan Polda Aceh, serta Pemerintah Kota Langsa untuk segera mengambil tindakan tegas dan terukur dalam memberantas premanisme yang telah menggerogoti keamanan dan ketertiban umum di kota tersebut.

Ampon, dalam pernyataannya, menyatakan keprihatinan mendalam atas lemahnya penegakan hukum yang memungkinkan aksi premanisme merajalela. Kejadian-kejadian kriminal yang terjadi baru-baru ini bukan hanya sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan indikasi serius dari kegagalan sistem keamanan dan penegakan hukum di Langsa. Ia mempertanyakan sejauh mana komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari ancaman premanisme.

Lebih jauh, Ampon menyoroti dampak buruk premanisme terhadap citra Langsa sebagai kota yang aman dan nyaman. Sebagai destinasi wisata, keberadaan premanisme merupakan ancaman serius bagi sektor pariwisata dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi lokal. Ketakutan warga, khususnya di malam hari, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dan mendesak perlunya solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Ampon menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk tidak hanya bereaksi terhadap kejadian yang sudah terjadi, tetapi juga untuk melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah terjadinya aksi premanisme di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya kerjasama yang erat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan Langsa yang aman, damai, dan sejahtera. Kegagalan dalam mengatasi masalah ini, menurut Ampon, akan berdampak buruk bagi citra Aceh secara keseluruhan dan menimbulkan kerugian yang tak terukur. Tindakan tegas dan nyata, bukan sekadar janji, yang dibutuhkan saat ini oleh rakyat

penulis: (Mulianti)
wartawan Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *