Rajawalibaruna.com | ACEH UTARA – Genap lima bulan sejak bencana banjir besar melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu. Namun, bagi puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 di Kecamatan Tanah Jambo Aye, mimpi buruk itu seolah belum berakhir. Pantauan media di lokasi, Selasa (21/4/2026), menunjukkan pemandangan memilukan di mana proses belajar mengajar masih harus dilakukan dengan duduk bersila di atas lantai yang keras dan bekas lumpur banjir.
Meskipun air banjir telah lama surut, kerusakan fasilitas sekolah akibat terendam air bah ternyata belum sepenuhnya pulih. Ratusan kursi dan meja belajar di sekolah tersebut dilaporkan hancur terbawa arus atau rusak parah akibat rendaman air dalam waktu lama, sehingga tidak layak pakai hingga hari ini.
“Sudah lima bulan banjir berlalu, tapi kami masih begini. Hanya meninggalkan bekas lumpur di lantai kelas, sementara anak-anak harus menulis dan belajar di atas lantai,” ujar seorang warga setempat yang menyaksikan langsung kondisi tersebut.
Para murid terlihat membawa buku tulis sendiri dan meletakkannya langsung di atas lantai yang dingin untuk mengerjakan tugas. Kondisi ini tentu sangat mengganggu konsentrasi belajar dan berpotensi mengganggu kesehatan anak-anak dalam jangka panjang.
Kondisi di SDN 15 ini merupakan cerminan dari nasib ratusan sekolah lain di Aceh Utara. Data sebelumnya menyebutkan bahwa lebih dari 600 sekolah di kabupaten ini terdampak banjir, dengan ribuan siswa terpaksa belajar dalam keterbatasan fasilitas selama berbulan-bulan.

Masyarakat setempat berharap adanya percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan dari pemerintah daerah maupun pusat. Mereka mendesak agar bantuan berupa meja dan kursi belajar segera direalisasikan, mengingat tahun ajaran baru semakin dekat dan anak-anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan manusiawi.
“Kami tidak meminta mewah, cukup meja dan kursi yang layak agar anak-anak tidak lagi sakit punggung atau kedinginan saat belajar di lantai,” tambah seorang orang tua murid dengan nada prihatin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai timeline pasti pemulihan total fasilitas di SDN 15 Tanah Jambo Aye. Situasi ini menjadi ujian nyata bagi komitmen pemulihan pasca-bencana di sektor pendidikan Aceh Utara.
(Yanti)

