Rajawalibarona.com | Lhokseumawe – UPTD Puskesmas Banda Sakti Lhokseumawe memulai langkah inovatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kepala Puskesmas Banda Sakti, Adrina Susanti, S.Kep., M.K.M, secara resmi mengukuhkan tim Nalor (Nakes Lorong) dalam apel pagi di halaman Puskesmas Banda Sakti, Senin (02/01/2026). Inovasi ini lahir dari tekad untuk menyentuh setiap sudut pemukiman, serta menjembatani jarak antara nakes dengan warga yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan karena kondisi lingkungan atau kondisi fisik warga yang tidak memungkinkan.

 

Dengan menggerakkan Tenaga Kesehatan (PPPK) yang bertugas di Pustu, pelayanan kini tidak lagi terbatas di dalam gedung, melainkan bergerak aktif menuju jantung pemukiman warga.

 

Dalam prosesi pengukuhan Nalor, Adrina Susanti menekankan bahwa Nalor adalah solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

 

Menurut Adrina NALOR atau Tenaga Kesehatan Lorong adalah inovasi pelayanan kesehatan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat akar rumput. hingga ke pintu rumah warga, terutama di lorong-lorong padat penduduk yang sering sulit terjangkau layanan gedung Puskesmas.

 

NALOR mempunyai tujuan

1. Memastikan warga mendapat layanan kesehatan dasar tanpa harus datang ke Puskesmas, khususnya lansia, ibu hamil, balita, dan penderita penyakit kronis.

2. Pendataan yang akurat dalam artian memutakhirkan data kesehatan keluarga secara _door to door_ agar intervensi program tepat sasaran.

3. Mendongkrak capaian Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan melalui deteksi dini dan tindak lanjut kasus di lapangan.

 

Kegiatan NALOR yang dilakukan oleh Petugas P3K terdiri dari 2 program andalan:

1. *“Saweu Lorong”* dalam bahasa Aceh berarti menyapa, sehingga pendekatan ini terasa hangat dan tidak kaku bagi warga, petugas membawa alat pemeriksaan sederhana untuk cek tensi, gula darah, timbang balita, imunisasi kejar, serta edukasi PHBS.

 

2. *JEBOL (Jemput Bola)*

Strategi aktif menjemput kasus kesehatan di masyarakat. Jika ditemukan warga sakit yang tidak berobat, ibu hamil risti, balita gizi kurang, atau yang belum punya BPJS, Tim NALOR langsung melakukan pendampingan dan merujuk ke Puskesmas. Prinsipnya: petugas yang datang, bukan menunggu pasien datang.

 

*Pelaksana & Sasaran*

Tenaga P3K Puskesmas ditugaskan sebagai NALOR dengan wilayah kerja per lorong/gampong. Setiap NALOR memegang 2-3 lorong dan wajib melaporkan hasil kunjungan via aplikasi e-Puskesmas setiap hari. Sasaran utama: kelompok rentan yang aksesnya terbatas ke fasyankes.

 

Dengan Program NALOR ini Adrina menharapkan , tidak ada lagi warga yang tertinggal dari pelayanan kesehatan. Data jadi valid karena by name by address, SPM naik karena kasus ditemukan lebih cepat, dan Puskesmas benar-benar hadir di tengah lorong kehidupan warga.

 

(muh/min)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *