
Rajawalibaruna.com | Aceh Utara – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Aceh Utara terus berkomitmen untuk jaga kualitas pelayanan dan kepuasan pasien di tengah meningkatnya jumlah pasien rujukan. Lonjakan pasien dari berbagai daerah ini tidak hanya terjadi di RSUD Cut Meutia.
Berdasarkan pantauan media pada Rabu (14/10/2026), peningkatan ini pada kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tampak sangat padat. Keterbatasan ranjang akibat kapasitas yang membuat para pasien dan keluarga harus bersabar menanti pelayanan dari petugas medis.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara, Razali, atau yang akrab disapa Tgk Jueniep. Dalam kunjungan kerjanya ke IGD RSUD Cut Meutia, ia meminta manajemen rumah sakit untuk tetap mempertahankan standar dan kualitas pelayanan di tengah situasi sulit ini.
”Rumah sakit harus tetap menjaga kualitas pelayanan kepada seluruh pasien walau dalam kondisi padat akibat pasien yang terus meningkat saat ini. Terutama untuk pasien anak-anak yang kondisinya parah, harus segera diberi pertolongan,” ujar Tgk Jueniep saat meninjau situasi di lapangan.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengatasi pasien rujukan yang terus meningkat ini, Tgk Jueniep bersama Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan RSUD Cut Meutia, Saiful Amri, S.Kep., meninjau Ruangan Shafa. Ruangan ini akhirnya diputuskan untuk difungsikan kembali sebagai ruang rawat inap darurat guna menampung luapan pasien.
Saiful Amri menjelaskan bahwa Ruang Shafa sebelumnya sempat dikosongkan selama hampir satu tahun akibat mengalami kebocoran parah saat hujan.
”Hari ini kita upayakan untuk difungsikan kembali demi mengantisipasi pasien yang terus meningkat. Walau dalam keadaan yang belum sesempurna biasanya, kami dari manajemen rumah sakit tetap mengutamakan pelayanan dan kenyamanan para pasien,” tutur Saiful Amri.
Melihat dampak nyata dari terus meningkatnya jumlah pasien, Pemerintah Daerah diharapkan dapat memberikan atensi khusus. Pemda didorong untuk segera memprioritaskan pembangunan fasilitas fisik dan penambahan ruangan baru agar kapasitas rumah sakit mampu mengimbangi tingginya laju rujukan pasien di masa mendatang.
( Munir RJ )
