Rajawalibaruna.com I Aceh Timur
Puluhan kawanan gajah Sumatera di Dusun Gunung Buluh, Desa Alue Genteng Kecamatan Rantau Peureulak, mengobrak-abrik lahan warga seluas ratusan hektar dalam dua hari ini pada Hari Rabu,3/8/2022
Menurut informasi Warga bahwa gajah sudah tiga tahun silam tidak lagi memasuki permukiman dan kebun, namun dalam dua hari ini binatang besar tersebut hijrah lagi ke Desa setempat.
Hal ini membuat kerugian yang cukup besar, pasalnya dari 26 pemilik lahan total kerugian diperkirakan mencapai Rp200 Juta, akibatnya lahan seperti pohon sawit, pokok pisang, pohon pinang hancur diinjak-injak oleh gajah.
Salah Satu warga M.Yusuf Ali atau yang akrap dipanggil Abu Seumangat mengatakan kepada Awak media ,jika seandainya gajah mati sedunia heboh, tetapi jika manusia mati oleh gajah dibiarkan begitu saja.
“Abu Seumangat juga menambahnya Yang kami heran jika gajah mati yang disebabkan oleh manusia, satu dunia heboh tetapi jika manusia mati oleh gajah, maka tidak ada sama sekali yang memperhatikan, jadi tolonglah pemerintah, memikirkan bagaimana caranya agar kawanan gajah tidak masuk atau bisa dicegah” kata Abu Seumangat
Sementara itu, Kades setempat Jauhari, meminta kepada pemerintah baik dipusat maupun di daerah atau kabupaten untuk mencari solusi bagaimana cara mengatasi hal ini.
“Ya, kemarin memang gajah sudah kembali masuk ke tempat kita, jadi kali ini kita minta pemerintah harus memikirkan bagaimana langkah yang tepat agar kebun warga tidak lagi dimasuki hewan tersebut” tutupnya.
Mereka saat ini sangat meminta pihak BKSDA melalui petugas untuk mengusir kawanan gajah sumatera tersebut, tidak hanya itu masyarakat disana mengharapkan bantuan seperti mercon, kawat setrum, dan jikalau bisa pemerintah memberikan biji sawit untuk ditanam kembali
(Red)

