Rajawalibaruna.com | Bener Meriah – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melaporkan kejadian longsor di sejumlah desa. Longsor yang terjadi di beberapa titik berdampak terhadap rumah warga dan jalan umum. Senin (23/01/2022).

Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safpriadi S.Pd, M.Pd, Longsor dan banjir terjadi setelah turun hujan secara intensitas ringan hingga lebat yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut Bencana longsor dan banjir ini terjadi di beberapa wilayah kampung Kabupaten Bener Meriah, diantaranya, Kampung Tembolon, Kampung Wihni Durin, Kampung Rusip, dan Kampung Pasir Putih.

Penangan tanah longsor di 4 titik lintas samar kilang pondok baru sudah 2 titik, malam ini alhamdulillah satu titik lagi tertangani setelah dilakukan koordinasi dengan pihak multiyears, besok akan dilanjutkan penanganan satu titik lagi di dusun mantam kampung tembolon yang tinggi material nya hampir 3 meter dan pajang material 30 meter, hari ini dapat dipastikan pasokan logistik dan bantuan dari dinsos dan BPBD sudah dapat di salurkan kepada korban tanah longsor yang mengungsi di kampung wihni durin kecamatan syiah utama. Kami laporkan juga akses jalan dari kampung tembolon menuju kampung wihni durin saat ini rusak berat tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dan memutuskan 1 jembatan di akur item perbatasan tembolon dan wihni durin.

Dilokasi banjir kampung tembolon dari 11 KK ada 6 KK yang terkurung sampai saat ini belum bisa keluar karena arus air bidin masi deras belum bisa diseberangi dan akses jalan dari lokasi terputus total. Hari ini akan kami upayakan penyaluran bantuan kepada korban di kampung wihni durin, kampung rusip. Di lokasi banjir kampung tembolon dari 11 KK ada 6 KK terkurung sampai saat ini belum bisa keluar karena arus air bidin masih deras belum bisa diseberangi dan akses jalan dari lokasi terputus total.

ia juga menyampaikan Longsor juga terjadi pada akses kursial meliputi Jalan Pantan Kuli, Jalan Amor, Jalan Gunung Sayang, Jalan RSU-Pepedang, Jalan Panji Mulia I, Jembatan Suka Rami, Jalan Tran Wih Durin Rusip dan Jalan TMMD Tembolon.

Haili Yoga mengatakan, BPBD Bener Meriah sudah menurunkan tim asesmen ke semua lokasi longsor dan banjir. BPBD juga berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait. Disejumlah titik, aparat desa beserta masyarakat bergotong royong membersihkan sisa longsor.

Terkait cuaca saat ini Pj Bupati Haili Yoga menghimbau agar masyarakat untuk tetap waspada akan potensi bencana saat musim hujan saat ini

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini hingga awal Februari 2023 diperkirakan masa puncak musim hujan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai kondisi cuaca saat ini karena musim penghujan diprediksi dan berlangsung hingga februari 2023 bagi masyarakat yang bertempat tinggal disekitar bantaran sungai diminta lebih berhati-hati terutama jika Turun hujan lebih dari 1 jam .” Tutup Haili Yoga.

(Adis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *