RajawaliBaruna.com | Aceh Utara – Gampong Tanjong Jawa Kecamatan Langkahan Aceh Utara sangat membutuhkan perhatian yang serius dari Pemerintah Daerah, DPRK, DPRA dan juga Dinas terkait.
Geuchik Tanjong Jawa, Hamdani saat wawancara singkat dengan media Rajawalibaruna menjelaskan tentang keadaan desanya saat ini.
“Sebab didesa kami dengan adanya sungai yang besar satu jalur dengan sungai Arakundo jadi sejak tahun 2005 warga didusun selimum pindah kedusun dirawa mencapai 45 KK secara bertahap,” ungkapnya.
“Warga didusun selimum sudah pindah semuanya kedusun dirawa disebabkan aliran sungai hampir tiap hari longsor sungai tersebut jadi dari hari kehari longsor melebar rumah warga juga jadi korban longsor.” tambah Geuchik.
Menurut keterangan Hamdani, diketahui 2 bulan yang lalu ada 2 rumah yang pindah disebabkan longsor akibat arus sungai yang deras.

Geuchik Hamdani sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah daerah supaya memberikan bantuan untuk membuat benteng pinggiran sungai agar arus air tidak dapat mengerosi tanah dan tidak mudah menyebabkan longsor.
Menurut Geuchik Hamdani apabila benteng tersebut tidak ada maka desa semakin kecil dan warga resah karena harus pindah.
Maimunah (70) dan Basiah (46) yang merupakan janda tersebut memohon kepada pemerintah dan Dinas terkait untuk memberikan bantuan rumah karena kehidupan mereka berdua janda dan tergolong fakir miskin.
“Saya Maimunah dan Basiah tidak tau meminta tolong sama siapa, karena keluarga juga miskin jarak sungai dengan rumah kami tinggal 8 meter lagi. Kami harus tinggal dimana kalau rumah udah longsor disebabkan oleh sungai.” ungkap maimunah.
“Dulu tanah kami luas dari hari kehari terjadi longsor dibawa arus air sungai jadi sekarang tinggal 8 meter lagi dari rumah kami. Kemana kami yang janda ini harus tinggal, jadi sekali lagi tolong bantu kami yang janda oleh pemerintah daerah atau Dinas terkait untuk memberikan rumah bantuan.” tutupnya.
(TAIFURI)

