Rajawalibaruna.com | Aceh Utara –
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh kembali menggelar Bimtek tentang pengawasan obat-obatan dan makanan. Kali ini Bimtek di adakan di Meunasah Desa Ulee Rubek Timu Kecamatan Seununddon, Rabu (23/3/2022).

Jumlah peserta Bimtek berjumlah 50 orang,terdiri dari enam kelompok,di antaranya:(1)kelompok rumah tangga dengan jumlah peserta 10 orang.(2)Remaja 8 orang.(3)Sekolah 8 orang.(4)IRTP(Industri Rumah Tangga Pangan) 8 orang.(5)Pelaku Usaha Siap Saji 8 orang.(6)Retail 8 orang.

Acara turut di hadiri oleh Ibu Endang Yuliawati,Skm,Mkm dari BPOM sebagai PFM(Pengawas Farmasi dan Makanan) ahli madya,Ahmad Zuhri Ramadhan,s.kom, Nidawati dan Rizki Ananda,SH sebagai pemberi materi,dan turut di hadiri bapak Muchsaini mewakili bapak camat Kecamatan Seunuddon.

Kegiatan Bimtek di laksanakan selama 2 hari pada tanggal 23-24 Maret 2022,dengan materi Diskusi Edukasi Keamanan Pangan dan Fasilitasi Usaha Pangan didesa,ibu Endang,SKM,Mkm sebagai pengawas Farmasi dan Makanan menilai peserta sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti acara Bimtek dengan kehadiran seluruh peserta.

Geusyik Ulee Rubek Timu,Azhari dalam paparannya menekankan kepada seluruh peserta agar bersungguh sungguh menyimak dan mendengarkan arahan yang akan di sampaikan oleh pemateri apalagi ini menyangkut tentang kesehatan kita bersama di dalam Gampong,bukan hanya sekedar seremonial tentang makanan dan obat-obatan.

Lebih lanjut,Geusyik Ulee Rubek Timu menjelaskan acara Bimtek ini sangat penting terlebih di desa Ulee Rubek Timu Banyak pelaku usaha yang mengikuti Bimtek bukan hanya dari kader ibu-ibu PKK saja,harapannya beliau menekankan jangan sia siakan peluang untuk mendapatkan ilmu,pintanya.

Geusyik juga menambahkan
Perlu Kita ketahui, kunci kesehatan sangat tergantung dari apa yang Kita konsumsi setiap hari. Pue yang itamong dalam tuboh geutanjoe, sangat tergantung pada kesehatan, baik uroe nyoe singoh lusa ataupun ukue.Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, Na limong kunci keamanan pangan yang harus dilakukan supaya terhindari dari bahaya berbagai penyakit.

1.) kunci yg pertama? ,Jaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah kuman berbahaya yang tersebar luas di tanah dan air.

2.) Kunci yg (2) Pisahkan bahan makanan mentah seperti daging sapi, unggas dan hasil laut dari bahan makanan yang sudah matang dan harus menggunakan peralatan yang terpisah ketika hendak mengolah bahan makanan mentah dan yang sudah matang.

3.) Kunci yg (3), masak dengan benar pada suhu minimal 70 derajat Celcius sehingga makanan aman dikonsumsi, khususnya jika memasak daging sapi, unggas, telur dan hasil laut. Rebus pangan seperti sup sampai mendidih dan usahakan agar suhu mencapai >70 derajat Celcius dan cairan tidak berwarna muda.

4.) Tidak hanya itu Kunci Yg (4), jaga pangan pada suhu aman karena kuman dapat berkembang biak dengan sangat cepat jika pada suhu ruang. Suhu di bawah 5 derajat Celcius dan di atas 60 derajat Celcius adalah bisa memperlambat pertumbuhan kuman.

5.) Terakhir, Kunci Yg (5) gunakan air dan bahan baku yang aman. Air dan es bisa dengan cepat terkontaminasi kuman dan bahan kimia berbahaya. Untuk mengurangi risiko terkena penyakit, gunakan air yang jernih, tidak berbau dan tidak berasa untuk mencuci sayuran sebelum dimasak. Mari, terapkan 5 kunci keamanan pangan di dapur Kita! Makanan aman, keluarga sehat.

Pemateri di isi oleh kader keamanan pangan desa yang telah mengikuti Bimtek di hotel Arabia Banda Aceh 08-09 Maret lalu yang di adakan oleh BPOM Aceh sebelumnya dari kader keluarga dengan materi keamanan pangan dalam keluarga,kader Sekolah dengan keamanan pangan di sekolah dan pengelola atau penjajan kantin dan dari Kader Masyarakat dengan materi retail (pedagang eceran).

(Muhazir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *