Rajawalibaruna.com | kabupaten Gayo Lues – Acara menyambut bulan Rajab peringatan isra mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ini dilaksanakan di balai Desa Lempuh Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues (27/02/22).
Masyarakat Desa Lempuh menyambut acara ini dengan sangat antusias. Hampir seluruh masyarakat desa hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Tengku imam desa lempuh mengucapkan syukur, “Alhamdulillah sampai saat ini kita masih diberikan kesehatan dan keselamatan, sehingga kita masih dapat menghadiri acara peringatan hari isra mi’raj saat ini.”
Penghulu Desa Lempuh ALi AKBAR dalam sambutannya mengatakan, “kita sangat bangga dengan kesatuan dan kebersamaan masyarakat kita, buktinya hari ini hampir seluruh masyarakat desa lempuh hadir dalam acara peringatan isra Miraj. Dan tidak lupa pula kami dari perangkat desa mengucapkan terima kasih kepada para generasi muda yang turut hadir juga dalam kegiatan ini.
Dan kami bangga dengan kekompakan para pemuda generasi ini.” ungkapnya.
Dalam acara ini hadir juga ustadz Tengku marhaban dari Desa Gele sebagai penceramah. Salah satunya membicarakan tentang kebesaran Allah SWT.
Sebagai contoh yaitu perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil haram’ ke Masjidil Aqsa.
Sebelum melakukan perjalanan Isra Miraj dan mendapatkan perintah salat lima waktu, Nabi Muhammad mengalami tahun yang penuh kedukaan. Tahun itu disebut dengan nama Amul Huzni.

Amul Huzni ini erat kaitannya dengan peristiwa Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad pada 27 Rajab, tahun keenam kesepuluh kenabian.
Salah satunya yang membuat beliau bersedih lantaran beliau ditinggalkan oleh dua orang yang begitu beliau dikasihi.
Dikutip dari Sirah Nabawiyah ar-Rahiq Al-Maktum karya Syeikh Syafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Amul Huzni tersebut terjadi kira-kira menjelang Isra Miraj atau menjelang tahun kesepuluh Kenabian atau 619 Masehi.
Salah satu yang melatarbelakangi adalah wafatnya Sayyidah Khadijah. Beliau adalah sosok yang menemani Nabi Muhammad selama 28 tahun.
Selain itu, beliau juga ditinggal oleh paman beliau Abu Thalib. Sosok yang selama ini penjaga Nabi dari kaum Quraisy.
Pada sebuah malam 27 Rajab beliau diangkat oleh Allah SWT untuk Isra Miraj hingga Sidratul Muntaha untuk berjumpa langsung dengan Sang Pencipta.
Isra adalah perjalanan malam hari dari Mekah, Masjidil Haram, menuju Baitul Baqdis atau Masjidil Aqsa di Palestina. Perjalanan ini menurut mayoritas ulama adalah perjalanan fisik dan batin.
Sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad diangkat ke langit hingga Sidratul Muntaha
Inti kisah Nabi sebuah contoh buat kita umat Nabi Muhammad
yang selalu percaya atas kebesaran Allah Subhanahu Ta’ala
yang mana perjalanan beliau
dari Masjidil haram’ke Masjidil Aqsa hingga sampai ke Sidratul Muntaha.
(Amin lingga)

