Rajawalibaruna.com | Aceh Utara – Ketua Gerakan Masyarakat Nusantara (Gemantara) Eksekutif Kecamatan Cot Girek, Jamaluddin, mengecam keras tindakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait razia kendaraan berpelat BL (Aceh). Jamaluddin menilai tindakan tersebut diskriminatif dan arogan, serta berpotensi membuka luka lama antara Aceh dan Sumatera Utara.
“Tindakan ini seperti membuka luka lama yang belum sembuh. Aceh sudah di ambang kemerdekaan dan peraturan Gubernur Sumatera Utara ini semakin membuktikan bahwa Aceh harus berpisah dari Indonesia,” ujar Jamaluddin.
Jamaluddin juga menyerukan Pemerintah Aceh untuk mengambil langkah tegas dengan menutup jalur ekonomi antara Aceh dan Sumatera. Ia mengusulkan pembukaan jalur ekspor-impor melalui pelabuhan sebagai jalur utama perdagangan, sehingga hasil tambang, CPO, dan hasil pertanian tidak lagi melewati darat menuju Sumatera.
“Kami juga mengharapkan Pemerintah Aceh untuk mempermudah proses mutasi pelat BK (Sumatera Utara) ke BL (Aceh), agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak lari ke luar Aceh,” tegas Jamaluddin, mantan Geuchik (Kepala Desa) yang juga menjabat sebagai Ketua Gemantara Cot Girek.

