Rajawalibaruna.com | Bireuen – seorang reporter mendatangi Firdaus, Kepala Desa Balee, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, untuk menyaksikan langsung kondisi sungai desa yang memprihatinkan. Bersama aparatur desa, terlihat jelas bagaimana sungai sepanjang 1 kilometer dengan lebar hanya 3 meter itu telah 5 tahun dibiarkan terlantar tanpa sentuhan perbaikan atau bantuan berarti dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi. “Sudah lima tahun kami berjuang sendiri,” keluh Firdaus, 2 Oktober 2025.
Desa Balee, yang terjepit antara Desa Blang Mane dan Desa Arongan, kini harus menanggung beban sungai yang melintasi dusun Haji Khalifa dengan kondisi kritis. Pendangkalan dan abrasi sepanjang 1 km telah menyempitkan sungai, mengancam kesejahteraan 252 KK atau lebih dari 700 jiwa penduduk Desa Balee. Setiap musim hujan tiba, luapan sungai menjadi momok menakutkan yang merendam rumah dan sawah warga. Kondisi sungai yang dangkal dan sempit tak mampu menampung debit air, diperparah dengan limpahan air dari Desa Blang Mane. Banjir susulan terjadi 6 hingga 7 kali setiap tahun, menyebabkan kerugian yang tak terhitung jumlahnya. Warga mendesak pemerintah untuk segera mengeruk sungai dan membangun tembok penahan tanah di kedua sisi sungai sepanjang 1 km sebagai solusi mendesak.
“Usulan demi usulan telah kami sampaikan dalam setiap Musrenbang kecamatan dan kabupaten, namun hingga kini, setelah 5 tahun berlalu, Pemerintah Kabupaten seolah menutup mata dan telinga,” tegas Firdaus dengan nada kecewa. “Anggaran dana desa kami sangat terbatas dan masih banyak kebutuhan mendesak lainnya. Kami memohon dengan sangat kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Dinas Pengairan, dan dinas terkait untuk segera mengulurkan tangan membantu pembangunan daerah aliran sungai Desa Balee. Jika sungai ini dapat diperbaiki, lebih dari 700 jiwa warga Desa Balee dapat hidup sejahtera dan ketahanan pangan desa kami, yaitu areal persawahan, dapat terselamatkan. Kami memohon kesungguhan dan keseriusan pemerintah dan kementerian terkait untuk segera merealisasikan pembangunan daerah aliran sungai desa kami. Terima kasih atas perhatiannya,” pungkas Firdaus, Kepala Desa Balee, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, dengan nada getir.
Reporter: IDR (Indra)

