Rajawalibaruna.com | BIREUEN – Warga Bireuen kini patut bergembira. Pendopo Kabupaten Bireuen resmi dibuka sebagai *Museum Perjuangan Bireuen*, tempat yang akan menampilkan benda-benda bersejarah yang merekam jejak perjuangan masa lalu di daerah ini.

Museum ini merupakan gagasan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, S.Pd.MM. Ia menyatakan bahwa museum ini terbuka untuk umum dan akan menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Benda-benda bersejarah seperti tempat tidur Presiden Soekarno saat di Bireuen, mata uang masa lalu, serta peninggalan perjuangan lainnya akan kita tampilkan dan rawat sebagai warisan sejarah daerah,” ujar Dr. Muslim.

Peresmian museum berlangsung pada Selasa, 7 Oktober 2025, dan dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST. Acara tersebut turut dihadiri Kepala UPTD Museum Aceh yang diwakili oleh Nurhasanah, S.Pd., serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Piet Rusdi, S.Sos.

Selain itu, hadir pula unsur Forkopimda seperti Dandim, Kapolres, Kajari, para pejabat tinggi pratama, Asisten I dan II Setdakab Bireuen, para guru, serta ratusan siswa dari berbagai sekolah.

Dr. Muslim menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk terus menghidupkan nilai sejarah di Bireuen melalui pengumpulan dan pelestarian benda-benda peninggalan sejarah perjuangan.

Usai acara peresmian, para tamu undangan diajak untuk melihat langsung isi museum dan berfoto bersama Bupati Bireuen di depan pendopo yang kini memiliki nilai historis lebih tinggi.

Museum Perjuangan Bireuen diharapkan menjadi destinasi edukatif dan inspiratif yang memperkuat identitas dan semangat perjuangan masyarakat Bireuen.

(Erna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *