Rajawalibaruna.com | Aceh Utara – Ditengah kesulitan yang menyelimuti masyarakat korban banjir Gampong Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, muncul keluhan terkait bantuan yang dirasa kurang merata. Gampong ini termasuk kategori parah terdampak banjir, dengan hampir seluruh rumah terendam air hingga tiga meter bahkan lebih.

Pantauan media pada Rabu (28/01/2026) menunjukkan masih terdapat rumah yang belum dapat ditempati karena lumpur yang belum terbersihkan. Beberapa warga bahkan terpaksa kembali ke rumah karena tidak punya pilihan lain.

Salah satu kaum ibu korban banjir mengungkapkan harapan kepada pemerintah Aceh agar dapat membantu meringankan kesulitan mereka. “Kami sangat minim bantuan, apalagi beberapa minggu lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. Kami butuh tikar, kain sarung, dan kebutuhan lain agar bisa beribadah dengan tenang,” katanya. Selain itu, sawah masyarakat juga belum dapat digarap karena tanah yang dibawa banjir membuat permukaan sawah rata.

Seorang tengku di kampung tersebut juga prihatin dengan kondisi persawahan empat dusun yang ada. “Jika terlalu lama warga tidak bisa ke sawah, bagaimana nasib kami untuk bangkit dari keterpurukan pasca banjir,” ujarnya.

Menurut Tgk Ustad Ibrahim, bantuan yang diterima masyarakat antara lain beras sebanyak 6 on pada tahap pertama dan 8 on pada tahap kedua, satu liter minyak goreng, empat bungkus indomie, dan empat butir telur. “Kami melihat di daerah lain banyak bantuan termasuk baju dan daster untuk wanita. Mungkin karena kampung kami tidak viral sehingga kurang diperhatikan,” ujar salah satu warga.

Kepala Desa (Geuchik) Boy dan Sekretaris Desa Abu Bakar mengakui kurangnya bantuan yang masuk ke kampung mereka. “Mungkin karena keterbatasan stok bantuan dari pemerintah, kami juga tidak tahu pasti,” ujar Sekdes Abu Bakar.

Dia menambahkan, hampir seluruh rumah di empat dusun terdampak lumpur dan harta benda rusak, meskipun hanya sebagian kecil rumah yang dinilai tidak layak ditempati. Saat ini tim verifikasi sedang melakukan pendataan untuk menentukan jumlah rumah yang rusak.

“Kami berharap ada perhatian cepat dari pemerintah untuk mengatasi pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir. Harus ada terobosan yang langsung bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Sekdes.

Diketahui, Gampong Babah Buloh memiliki jumlah penduduk 2.025 jiwa dari 525 Kepala Keluarga (KK) dengan total 500 rumah yang terdiri dari empat dusun.

Penulis: Amun Keurueto
Kabiro Rajawalibarona Aceh Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *