Rajawalibaruna.com | BIREUEN – Desa Pulo Dapung, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, mendesak membutuhkan perbaikan infrastruktur yang signifikan. Kondisi ini disampaikan Kepala Desa Muslim saat diwawancarai media pada 10 April 2025. Ketiadaan irigasi yang memadai menyebabkan ketergantungan pada pasokan air dari desa lain, berujung pada kekurangan air saat musim kemarau dan mengancam ketahanan pangan warga.
Selain permasalahan irigasi, akses terhadap fasilitas kesehatan juga sangat terbatas. Desa Pulo Dapung hanya memiliki seorang bidan desa tanpa adanya Pustu atau Polindes. Kondisi ini tentu memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang serius bagi masyarakat. Pembangunan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin kesejahteraan warga.
Masalah lain yang tak kalah penting adalah ancaman banjir tahunan. Sungai Krueng Shire atau Lueng Raya yang melintasi desa sering meluap, bahkan pernah menyebabkan korban jiwa pada tahun 2013, saat seorang gadis berusia 12 tahun hanyut terbawa arus. Luapan sungai ini disebabkan oleh ketidakmampuan sungai menampung debit air dari beberapa desa di hulu, ditambah perbedaan ketinggian antara permukaan sungai dan muara laut.
Oleh karena itu, masyarakat Desa Pulo Dapung berharap pemerintah dan dinas terkait segera merespon kebutuhan mendesak ini. Pembangunan irigasi untuk menjamin ketahanan pangan, pembangunan Pustu atau Polindes untuk akses kesehatan yang lebih baik, dan penataan DAS berupa pengerukan Sungai Lueng Raya serta pembangunan tebing penahan sepanjang 100 meter untuk mencegah banjir menjadi harapan utama.
Perbaikan infrastruktur ini sangat krusial bagi kesejahteraan masyarakat Desa Pulo Dapung. Dengan dukungan pemerintah dan dinas terkait, diharapkan masalah irigasi, kesehatan, dan banjir dapat teratasi, sehingga masyarakat dapat hidup lebih aman, sehat, dan sejahtera. Semoga bantuan dan perhatian pemerintah segera terwujud.
Reporter : Idr

