Rajawalibaruna.com| ACEH UTARA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara sukses menggelar Festival Literasi Kabupaten Aceh Utara tahun 2025. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2025, di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, menjadi momentum penting dalam memajukan literasi di daerah. Festival ini merupakan ajang pengembangan potensi, penumbuhan budaya literasi, serta mempererat silaturahmi antar peserta dari berbagai kalangan di Aceh Utara, menciptakan sinergi positif dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan.

Muhammad Taufieq, SE, MSE, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Aceh Utara selaku ketua panitia acara, membuka laporannya dengan khidmat, “Assalamualaikum.. Wr.Wb. Hamdan Wasyukranlillah Sholatan Wasalama Ala Rasulillah Wa’ala Alihi Washahbihi Wamauwallah,” menandai dimulainya rangkaian kegiatan. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, perwakilan SKPK, Kepala Sekolah dari berbagai tingkatan, tim juri, serta hadirin lainnya.

 

Landasan pelaksanaan festival ini adalah Surat Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 7578/2/PRC.03.00/V.2024, tertanggal 25 Juni 2024, tentang Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dan Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah Tahun 2025, serta Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 900/336/2025 tentang penunjukan Nara Sumber, Juri, dan Pembawa Acara. Tujuan strategisnya adalah mengembangkan potensi individu, khususnya generasi muda, agar lebih kreatif, inovatif, dan berdaya saing di era globalisasi. Juga untuk menumbuhkembangkan budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan, serta mempererat silaturahmi dan memperluas jaringan informasi.

Festival Literasi Aceh Utara 2025 diisi dengan berbagai cabang lomba yang kompetitif dan edukatif, di antaranya Lomba Pidato Bahasa Inggris (50 peserta), Lomba Mewarnai (50 peserta), Lomba Menggambar (50 peserta), Lomba Baca Puisi (50 peserta), dan Lomba Bertutur / Mendongeng (20 peserta). Sumber pendanaan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2025 dan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan literasi.

Dalam penutup laporannya, panitia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, serta memohon maaf atas segala kekurangan. “Hadanaullah Waiyyakum Azmain, Wassalamualaikum… Wr. Wb,” pungkas panitia, menutup laporan dengan doa dan harapan. Muhammad Taufieq, SE, MSE, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memajukan literasi di Aceh Utara. Kehadirannya menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda.

 

penulis : (Abdul Munir S.sos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *