Rajawalibaruna | Aceh Timur – Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SD, SMP dan SMA sederajat di Aceh Timur mengaku resah dan terganggu akibat seringnya didatangi oknum yang mengaku sebagai wartawan. Seorang Kepsek di wilayah kecamatan Madat mengungkapkan dalam beberapa minggu ini sering di datangi oknum wartawan dengan dalih mau konfirnasi bantuan PIP atau penggunaan dana BOS. Jum’at (31/10)

“Hampir setiap hari ada saja oknum wartawan yang menyasar ke setiap sekolah di Kecamatan Madat, Pante Bidari dan Simpang Ulim, mereka belasan ingin melakukan konfirmasi. Tapi ujung-ujungnya oknum wartawan tadi terkesan menyudutkan Kepala Sekolah, mereka menduga seakan-akan Kepsek tidak transparan dalam pengelolaan Dana BOS,” kata seorang Kepsek SD Negeri di wilayah Koordinator Pendidikan Wilayah Simpang Ulim yang meminta namanya tidak dituliskan media ini saat ditemui. Jum’at (31/10/2025).

“Sekolah kami sering didatangi orang yang mengaku sebagai wartawan dan terkesan menakut nakuti dirinya. “Setiap kali mereka datang tanyakan terkait Dana BOS. Kalau saya tidak menjawab akan dilapor ke KPK lah, ke Bupati lah, Ke Dinas lah, walaua saya sudah menjelaskan, pengelolaan Dana BOS itu ada juknis semua, ada RKA dan juga ada pengawasan dari dinas juga Komite Sekolah. Semua sudah ada aturan,” tuturnya.

Hal senada turut dibenarkan salah satu Kepsek di Kecamatan Madat Aceh Timur. Ia menilai konfirmasi itu hanya sebagai modus si oknum wartawan saja. Namun ia menduga supaya Kepsek merasa takut sehingga menuruti semua keinginan mereka.

“Ujung- ujungnya mereka minta uang minyak, paksa pasang iklan. Jujur saya katakan sekolah tak ada dana untuk klan, tapi kalau sekedar uang minum, kami kasih, itupun dari kantong pribadi. Tapi mereka sering marah- marah. Dan ancam akan beritakan “Kepala sekolah Diduga gelapkan dana BOS,” ungkap Kepala Sekolah tersebut dan meminta media ini tidak menulis namanya, alasan keamanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *