Pidie Jaya | RajawaliBaruna.com – Ada hadir Media ke desa Krueng kiran Kecamatan Bandar dua Pidie Jaya. Bertemu Iskandar Sekretaris desa Krueng kiran. Bersama Iskandar melihat keadaan sungai desa yang panjangnya 1kilo meter, sudah lama mengalami abrasi berkepanjangan. Dampak dari abrasi ini, terancamnya rumah warga dan meunasah. Abrasi ini juga mengikis hingga ke badan jalan. Papar Media 22/5/2025

Desa kami krueng kiran luasnya 470 hektar, dengan wilayah gunung 350 hekter, sawah 75 hektar dan darat 45 hektar. Di diami sekitar 161 kk di huni 600 jiwa, desa kami memiliki alam wisata yang indah, tapi sayang daerah aliran sungainya sudah lama tidak terbenahi, hingga terjadi abrasi berkepanjangan yang membuat pelebaran sungai hingga ke badan jalan dan rumah warga. Saat musim hujan, air dari gunung memenuhi sungai sampai terjadi peluapan air ke darat membanjiri rumah warga dan jalan. Di setiap hujan sungai slalu banjir dan terjadi pengikisan tebing sungai hingga sungai melebar. Jelas Iskandar
Iskandar menambahkan”. Persawahan kami yang lumayan luasnya, sampai saat ini belum ada pembebahan irigasinya. Irigasi yang ada saat ini apa adanya. Panjang saluran sawah desa kami 3 kilo meter dengan lebar 1.5meter belum ada pembenahan masih tanah dan berlumpur. Sawah desa kami sangat menunjang untuk lumbung desa dan ketahanan pangan desa. Masyarakat desa yang bertani masih ketergantungan dengan air yang ada di parit dan saat hujan datang. Irigasi yang ada saat ini butuh pembenahan dari bantuan pemerintah. Anggaran desa kami tidak mencukupi untuk pembuatan irigasi.
Harapan kami masyarakat desa krueng kiran. Pemerintah dan Dinas pengairan kabupaten Pidie Jaya, Segera membuat batu gajah untuk tebing sungai yang mengalami abrasi setiap hujan dan mohon irigasi desa untuk ketahanan pangan juga lumbung desa kami, bisa terbenahi dengan pembuatan semen. Dana desa yang ada tidak mencukupi. Tutup Iskandar Sekretaris Desa Krueng kiran Kecamatan Bandar dua Pidie Jaya.
Reporter : Idr

