Rajawalibaruna.com | ACEH UTARA – Warga Gampong Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timur, Aceh Utara, menggelar aksi demonstrasi di depan meunasah, menuntut pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahun anggaran 2023/2024. Aksi yang tertib ini diikuti masyarakat dan tokoh masyarakat, membawa poster bertuliskan “Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintahan Gampong Rayeuk Pange”. Mereka menyatakan mosi tidak percaya atas pengelolaan dana desa tersebut, mengungkapkan banyak pengadaan yang belum selesai pada tahun 2023 dan 2024.
Ketua Tuha Peut, Muhammad Dahlan, mengungkapkan upaya sebelumnya untuk berdialog dengan Geuchik yang tak membuahkan hasil. Kekecewaan atas belum tersusunnya pertanggungjawaban tahun 2023 dan 2024, bahkan menjelang tahun 2025, mendorong aksi ini. Mereka berharap campur tangan Camat dan Inspektorat untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan keterbukaan informasi.
Ampon Yasir, tokoh masyarakat, menyatakan kekecewaannya atas kurangnya transparansi, khususnya terkait LPJ 2023 dan 2024 yang belum selesai, sementara pengajuan anggaran 2025 sudah diajukan. Ia mempertanyakan prosedur dan mekanisme penggunaan dana desa, mengingat APBG Perubahan 2024 pun terdapat banyak item yang belum terselesaikan. Ia berharap pemerintah kecamatan memanggil Geuchik untuk berdialog dengan masyarakat guna menghindari fitnah.
Pak Syibran, warga setempat, menjelaskan aksi ini sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga karena minimnya kesempatan bermusyawarah dengan Geuchik. Aksi ini murni inisiatif warga. Hingga berita ini diturunkan, media belum berhasil menghubungi Geuchik Rayeuk Pange, Abdul As’ari, meskipun telah dijadwalkan pertemuan sebelumnya. Camat Pirak Timur, melalui pesan singkat pukul 15.56 WIB, menyatakan tengah berrapat dengan pihak Gampong Rayeuk Pange.
Liputan oleh Amun Juan.

