Rajawalibaruna.com | Bireuen
-Ramli, Kepala Desa Krung Meusegob, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, meninjau daerah aliran sungai yang mengalami abrasi dan longsor berkepanjangan, hingga memakan tebing dan persawahan warga selebar 30 meter. Warga sangat kecewa dan menjerit karena kerusakan yang terus berlanjut dan semakin meluas, merugikan persawahan mereka. (Papar media, 10/10/2025).

Desa Krung Meusegob merupakan desa paling ujung dari 41 desa di Kecamatan Simpang Mamplam dan berbatasan langsung dengan gunung serta hutan lindung. Cagar alam desa ini memiliki keunikan berupa perbukitan, waduk, dan daerah aliran sungai yang jernih dari pegunungan. Namun, sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi daerah aliran sungai Krung Meusegob berubah menjadi kurang bersahabat akibat abrasi dan longsor berkepanjangan, serta banjir setiap tahunnya yang disebabkan oleh luapan air dari waduk/pegunungan. Sungai yang sebelumnya alami dan indah dengan lebar hanya 20 meter, kini akibat abrasi berkepanjangan, lebarnya terus bertambah setiap bulannya tanpa adanya penahan apapun. Warga kecewa dan menjerit melihat keadaan yang terus menerus menggerus areal persawahan mereka, hingga saat ini abrasi dan longsor sudah meluas hingga 30 meter, dari lebar sungai sebelumnya 20 meter bertambah 30 meter menjadi 50 meter. Kondisi ini sangat meresahkan dan merugikan warga karena lahan sawah mereka habis terkikis. Selain itu, saat musim hujan, air dari sungai meluap karena tidak tertampung akibat sungai yang sudah mengalami pendangkalan akibat abrasi.

Ramli, Kepala Desa, menambahkan, “Kami seluruh masyarakat Krung Meusegob memohon perhatian dan bantuan serius dari pemerintah kabupaten dan dinas pengairan, serta dinas terkait, untuk segera turun membantu pembenahan daerah aliran sungai kami yang sangat krusial dan parah akibat abrasi dan longsor sepanjang 2 kilometer. Kami berharap agar segera dibangun pagar pembatas penahan longsor dari batu gajah/hielin sepanjang 2 kilometer dan dilakukan pengerukan sungai supaya sungai bisa kembali normal dalam pencegahan banjir.”

“Besar harapan kami masyarakat Krung Meusegob, mohon perhatian serius dari pemerintah dan dinas terkait untuk bisa membantu pengerukan dan pembuatan TPT (tembok penahan tanah) sepanjang 2 kilometer. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih,” tutup Ramli, Kepala Desa Krung Meusegob, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

Reporter: IDR (Indra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *