Rajawalibaruna.com- Aceh Utara – Pernyataan kontroversial Wali Kota Lhokseumawe menuai kecaman dari Ketua Gementara Aceh Utara,Geuchik jamal . Dalam pernyataannya, menyayangkan sikap wali kota yang dianggap memecah belah persatuan antara masyarakat Aceh Utara dan Lhokseumawe.
“Kami sangat menyayangkan pernyataan wali kota yang seharusnya menjadi tokoh pemersatu, malah terkesan memprovokasi,” ujar Ali Kuba, merujuk pada pernyataan Sayuti Abubakar yang beredar luas di media.
Ketua Gemantara Cot Girek atau dikenal dengan sapaan geuchik Jamal menilai pernyataan tersebut telah meresahkan masyarakat Aceh Utara. Ia dengan tegas menolak segala upaya yang mengadu domba masyarakat.
“Jangan korbankan masyarakat! Jika itu memang aturan wali kota, kami siap menggelar aksi demonstrasi,” ancam Geuchik jamal. Ia juga menuntut agar seluruh PNS dan tenaga kontrak ber-KTP Lhokseumawe yang bekerja di instansi pemerintah Aceh Utara segera dipulangkan Kalo emang Wali kota Elergi pada Pekerja yang ber KTP Aceh Utara.
Tak hanya itu, Geuchik jamal juga mendesak Bupati Aceh Utara untuk mengganti kepala dinas yang berasal dari Lhokseumawe. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk protes atas tindakan Wali Kota Lhokseumawe yang dianggap terlalu berlebihan Memicu perselisihan ditengah masyarakat.
“Jika mereka ingin tetap bekerja di Aceh Utara, silakan pindah KTP dan Beli rumah di sini,” tegasnya.
Jamal mengaku kecewa dengan pernyataan Wali Kota Lhokseumawe yang dinilai tidak bijaksana. “Selama ini, Aceh Utara dan Lhokseumawe tidak pernah ada masalah. Kenapa di era kepemimpinan Sayuti, hubungan baik ini malah terancam?” sesalnya.
Pernyataan keras ini disampaikan oleh G.jamal dan dikonfirmasi oleh Munir, Kabiro Rajawalibarona Aceh Utara. Situasi ini menambah tensi politik antara Aceh Utara dan Lhokseumawe, dan berpotensi memicu konflik horizontal jika tidak segera diredam.

