Rajawalibaruna.com | Aceh Utara- doc.com. Inilah kisah pilu Desa Matang Seuke Pulot, sebuah tragedi yang mengiris hati dan meneteskan air mata. Desa Matang Seuke Pulot, di Kabupaten Jambu Aye, Kecamatan Aceh Utara, dilanda bencana banjir bandang yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Akibat jebolnya bendungan, air bah datang mengejutkan warga yang tak siap. Karena tak pernah mengalami banjir, warga tak terpikir untuk mengungsi atau mencari perlindungan.

Tengah malam, pukul 12, saat sebagian warga terlelap dalam tidurnya, pada malam Kamis yang kelabu, air datang menerjang, menyeret hampir semua yang ada. Dalam sekejap, warga berlarian menyelamatkan diri. Sebagian besar mencari perlindungan di meunasah atau rumah bertingkat dua, sementara yang tak sempat lari, terpaksa naik ke atap rumah atau puncak mesjid. Dua hari dua malam mereka terkurung di sana, tanpa makan dan minum, di tengah derasnya arus air yang ganas.

Rumah-rumah kayu, dapur-dapur sederhana, semuanya luluh lantak dibawa arus air yang menghancurkan. Sekitar 30 rumah lenyap tak berbekas. Di hari kedua banjir, beberapa warga yang berani berenang berusaha membantu mereka yang masih terjebak di atap rumah, membawa mereka ke meunasah yang menjadi tempat pengungsian sementara. Setidaknya, di sana mereka bisa merasa sedikit lebih aman.

Hari ketiga, air mulai surut, menyisakan genangan setinggi satu meter. Bantuan dari geuchik datang terlambat, hanya cukup untuk memberikan sedikit makanan dan minuman bagi masyarakat yang sudah kelaparan selama dua hari dua malam. Tangisan anak-anak kecil memilukan, mereka merintih kelaparan dan kehausan. Terpaksa, mereka minum air limbah yang kotor karena tak ada air bersih.

Sebagian warga yang rumahnya masih berdiri berusaha membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran yang menutupi segalanya. Sementara yang kehilangan tempat tinggal, hanya bisa duduk di pengungsian, menatap nanar dengan air mata yang tak henti mengalir. Seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahun, anak pertama dari dua bersaudara, menjadi korban dalam tragedi ini. Kehilangan ini menambah pilu dan duka yang mendalam bagi seluruh warga Desa Matang Seuke Pulot.

 

penulis šŸ™Mulianti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *