- Rajawalibaruna.Com | Aceh Utara – Mentari sore mulai merunduk di ufuk barat, menyisakan semburat jingga yang memudar. Namun, di Ghataf Coffe, SPBU Teupin Punti, Jalan Medan-Banda Aceh, Kecamatan Syamtalira Aron, Sabtu (15/3/2025
suasana hangat dan penuh haru justru merebak. Di tempat itu, Ormas Gementara Aceh Utara menggelar buka puasa bersama dengan 150 anak yatim piatu dan terlantar dari Dayah Rauzatul Huda, Gampong Cibrek, Kecamatan Tanah Luas. Wajah-wajah mungil, biasanya dipenuhi kesunyian dan mungkin kerinduan, kini berbinar-binar, memancarkan keceriaan yang begitu tulus. Di bawah bimbingan penuh kasih sayang Abi Dian, mereka merasakan kehangatan Ramadhan yang selama ini mungkin hanya menjadi mimpi.
Aroma harum hidangan berbuka puasa memenuhi udara. Namun, lebih dari sekadar kenikmatan kuliner, momen ini adalah obat penawar rindu dan pengisi kekosongan hati kecil mereka. Salah seorang santri, dengan suara yang sedikit gemetar menahan sedih, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur bisa berbuka puasa di sini,” ucapnya, matanya berkaca-kaca.
“Tahun lalu kami juga di sini, tapi jumlah kami jauh lebih sedikit. Rasanya seperti mimpi, bisa makan seperti ini, seperti anak-anak lain yang memiliki keluarga utuh.” Ia terdiam sejenak, menarik napas panjang, seakan mengumpulkan sisa-sisa kekuatan untuk melanjutkan ceritanya. “Terima kasih kepada para donatur, ayah dan ibu angkat kami di Gementara. Mereka sangat berjasa. Kami tak pernah membayangkan bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak lain. Andai orang tua kami masih ada…” suaranya terputus, digantikan isak lirih yang tertahan. Keheningan sejenak menyelimuti, sebelum suara-suara lain ikut bercampur, menciptakan simfoni sedih yang menyayat hati.
Ketua Gementara Aceh Utara, Iskandar S.Kom., M.Si., menyaksikan semua itu dengan mata berkaca-kaca. Air mata sedih bercampur bangga membasahi pipinya. “Terima kasih kepada para donatur, khususnya keluarga besar SMA N 3 Putra Bangsa yang telah memfasilitasi acara ini,” ucapnya, suaranya bergetar menahan sedih. “Lihatlah betapa bahagianya mereka. Anak-anak ini, yatim piatu, terlantar, tak tahu lagi harus bergantung pada siapa. Mereka adalah cerminan dari betapa besarnya tanggung jawab kita sebagai sesama manusia. Apalagi menjelang Lebaran… Ya Allah, mudahkanlah kami untuk mencari bantuan agar beban hidup mereka terpenuhi.” Ia mengusap air matanya, kemudian melanjutkan, “Mereka membutuhkan lebih dari sekadar makanan. Mereka membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman. Mereka membutuhkan kita.”
Iskandar menambahkan, “Kami sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk membantu santri Dayah Raudhatul Huda. Mereka membutuhkan baju, celana, dan kain untuk Lebaran. Mari kita bantu mereka, kita muliakan mereka. Insya Allah, di puasa ke-20, kami akan kembali mencari baju untuk anak-anak yatim ini.” Acara buka puasa bersama ini juga dihadiri para donatur, keluarga besar Gementara, dan pimpinan Dayah. Suasana kekeluargaan begitu terasa, menghangatkan suasana. “Terima kasih kepada teman-teman Gementara yang masih setia dan memiliki rasa sosial yang tinggi. Ini bukan pekerjaan mudah, karena Ormas kami tidak digaji, hanya berharap keberkahan dan pahala dari Allah,” tutup Iskandar, suaranya penuh keyakinan dan harapan. Di balik kesederhanaan acara tersebut, terpancar semangat kemanusiaan yang begitu mulia, menginspirasi dan menyentuh hati setiap orang yang menyaksikannya.
penulis : Abdul Munir
Kabiro Aceh Utara

