Rajawalibaruna.com | Bireuen
Muhammad Ibrahim, Kepala Desa Ie Roeb Babhalueng, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, bersama aparatur desa, hadir meninjau langsung rumah warga yang terancam roboh. Pemandangan miris terlihat jelas, rumah-rumah berada di tepi sungai sebelah barat desa tanpa perlindungan abrasi. Kondisi serupa juga terjadi di sungai sebelah timur desa, di mana abrasi dan longsor mengkhawatirkan. Abrasi longsor yang berkepanjangan di kedua sungai ini menyebabkan pendangkalan dan mengancam rumah warga. (Papar media, 3 Oktober 2025).

Desa Ie Roeb Babhalueng memiliki dua daerah aliran sungai (DAS), di sisi timur dan barat, dengan panjang dan lebar yang hampir sama. Seiring waktu, tanpa adanya bantuan pembangunan fisik, kedua sungai ini mengalami perubahan drastis dan memprihatinkan. Abrasi dan longsor telah lama terjadi, menyebabkan pendangkalan dan pelebaran sungai. Saat hujan deras, air sungai meluap ke jalan, membanjiri rumah dan persawahan warga. Sungai di sebelah barat, dengan panjang 2 km, mengalami kerusakan krusial sepanjang 500 meter, mengancam rumah warga roboh ke jurang sungai akibat abrasi longsor yang memperlebar badan sungai dari 4 meter menjadi 6 meter.

Muhammad Ibrahim menambahkan, “Untuk sungai wilayah timur dengan panjang 1 km dan lebar awal 4 meter, kini sudah melebar menjadi 8 meter akibat abrasi longsor yang terus menerus. Warga khawatir saat hujan deras terjadi peluapan air yang besar karena sungai sudah sangat dangkal.” Segala upaya telah dilakukan oleh kepala desa dan aparatur desa melalui pengusulan permohonan pengerukan dan pembuatan tembok penahan tanah, baik di musrenbang kecamatan dan kabupaten, juga ke pemerintah kabupaten dan dinas terkait. Namun, hingga saat ini, hasilnya nihil, tanpa tanggapan sama sekali. “Rasa kecewa bercampur kesal, penat, dan bosan karena satupun usulan permohonan tidak ditanggapi,” jelas Muhammad Ibrahim dengan nada kesal.

“Harapan kami seluruh masyarakat Ie Roeb Babhalueng, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan dinas kementerian pusat, dapat membantu dana pembangunan daerah aliran sungai desa kami yang hanya sepanjang 1 km lebar 4 meter, untuk dikeruk dan dibuatkan tembok penahan tanah guna menahan abrasi longsor yang mengancam rumah warga. Besar harapan kami masyarakat Desa Ie Roeb Babhalueng, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera membantu pembangunan daerah aliran sungai desa kami. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih,” pungkas Muhammad Ibrahim, Kepala Desa Ie Roeb Babhalueng, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

Reporter: IDR (Indra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *