RAJAWALI Baruna.com|| kabupaten Gayo Lues- akibat curah hujan yang tinggi, desa lempuh kecamatan Blangkejeren kabupaten Gayo Lues terendam banjir,
Wilayah Gayo Lues kembali di guyur hujan hingga dua jam lamanya, akibat hujan tersebut sedikitnya-+ 50 rumah warga Desa Lempuh Kecamatan Blangkejeren Gayo Lues terendam banjir.
Ketinggian air mencapai 1,5 Meter. Diketahui hujan deras mengguyur kabupaten Gayo Lues ini sejak Sabtu (14/5/2022) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
“Sekitar pukul 16:30 sore, sempat hujan dulu baru naik banjir,” kata Pengulu Desa Lempuh Ali Akbar Kepada Wartawan, Minggu (15/5/2022).
Ali Akbar kepala desa lempuh menyebut banjir disebabkan terjadinya pendangkalan dan penyempitan dari Kuala Aih Tupis yang mengarah ke Aih Lokot Desa Lempuh Kecamatan Blangkejeren Gayo Lues.
Dan setelah air mengarah ke Aih lokot
Air nya tidak terbendung lagi,sebab pedangkalan nya sudah agak parah.
Contoh nya pada bok jembatan aih lokot ini hanya air yang bisa lewat.
Di bawah nya sudah di penuhi pasir.
Ungkap nya.
Setelah terjadi nya banjir yang melanda desa lempuh ini pada malam Minggu pukul 22:15 WIB.
Maka hari ini masyarakat desa lempuh melaksanakan kegiatan gotong royong masal dengan membersihkan aliran sungai aih lokot.
Tujuan nya agar sungai aih lokot lancar aliran nya ucap Samsirman atau acir lempuh selaku ketua pemuda desa lempuh ini.
Ketika kami pihak media RAJAWALI Baruna.com menanyakan apakah sudah ada pihak pemerintah setempat yang meninjau lokasi banjir ini??
Salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa ada tadi datang dari pihak BPBD kabupaten Gayo Lues.
Mereka mengatakan bahwa akan kita perbaiki pendangkalan sungai aih lokot ini ucap pihak dinas tersebut.
Dan karena ada sesuatu hal, mungkin dua atau tiga hari lagi baru kita turun alat.. ucap nya.
Dan selabgi kami menunggu alat yang di katakan petugas BPBD kabupaten Gayo Lues tersebut kami selaku masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong masal ucap nya.
Kami sebenarnya sangat kecewa dan hampir putus asa sebab kami ini sudah sering kali meminta kepada pemerintah daerah agar aliran sungai ini dapat di perbaiki, namun sampai saat ini kami selalu menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.
Terus terang kami agak kecewa ,sebab setiap terjadi banjir kami selalu ajukan kepada pihak pemerintah daerah agar aliran sungai ini di perbaiki, namun kenyataannya kami ini selalu menjadi langganan banjir ungkap nya lagi.(Amin lingga).

