Rajawalibaruna.com | Pidie Jaya – Jalan padat karya di Desa Pohro, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, telah lama terabaikan. Panjang 500 meter dan lebar 6 meter, jalan ini merupakan akses krusial penghubung antar desa, termasuk jalan pintas antara Desa Paya Pisang Klat dan Desa Pohro. Namun, hingga kini belum ada pengaspalan. Hal ini disampaikan Kepala Desa Pohro, Muksin, kepada media pada 9 Juli 2025.

Muksin menjelaskan, jalan tersebut sangat penting bagi warga Desa Pohro dan Desa Paya Pisang Klat untuk aktivitas kemasyarakatan dan sebagai jalan pintas. Sayangnya, selama kurang lebih 20 tahun, belum ada bantuan pengaspalan dari pemerintah atau dinas terkait. Meskipun telah diusulkan berulang kali dalam Musrenbang Kecamatan, jalan padat karya ini tetap belum tersentuh bantuan.

Selain jalan, kondisi saluran irigasi sawah sepanjang 1000 meter dengan lebar kurang dari 1 meter juga memprihatinkan. Penimbunan tanah membuat saluran semakin menyempit, mengancam areal persawahan warga. Ketergantungan pada saluran air yang ada saat ini sangat mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, masyarakat Desa Pohro berharap pemerintah kabupaten dan dinas terkait segera turun tangan untuk membantu pengaspalan jalan padat karya sepanjang 500 meter, serta memperbaiki dan melebarkan saluran irigasi sawah. Pembuatan tembok penahan tanah dari semen sepanjang 1000 meter juga sangat dibutuhkan. Dana desa yang tersedia dinilai tidak mencukupi untuk menangani semua kebutuhan fisik desa.

Reporter: Indra (IDR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *