Rajawalibaruna.com | BIREUEN – Penyempitan aliran sungai di Desa Balee, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, menyebabkan banjir tahunan. Media ini mengunjungi Desa Balee pada 17 Juli 2025 dan bertemu Pj. Kepala Desa, Junaidi Nurdin. Beliau menunjukkan sungai sepanjang satu kilometer dan lebar tiga meter di Dusun Haji Kalipa yang mengalami abrasi, longsor, penyempitan, dan penyumbatan parah. Abrasi juga mengikis jalan desa sepanjang satu kilometer dan lebar enam meter di samping sungai.

Desa Balee, berbatasan dengan Desa Arongan di sebelah barat dan Desa Blang Mane di sebelah timur, rutin dilanda banjir setiap musim hujan. Air dari Desa Blang Mane mengalir melalui Desa Balee, sementara kondisi sungai di Dusun Haji Kalipa sangat memprihatinkan karena abrasi, pendangkalan, dan penyumbatan yang telah berlangsung lama. Abrasi ini juga mempengaruhi aliran sungai menuju Desa Arongan.

Selain abrasi sungai, jalan desa juga tergerus, sehingga setiap tahunnya terjadi pengikisan yang berkelanjutan, menyebabkan pendangkalan dan penyempitan sungai serta jalan. Akibatnya, Dusun Haji Kalipa terendam banjir hampir seluruhnya, termasuk areal persawahan.

Pemerintah dan dinas terkait di Kabupaten Bireuen diharapkan segera membantu pengerukan, pelebaran sungai, dan pembangunan tembok penahan tanah sepanjang satu kilometer di kedua sisi sungai untuk mencegah abrasi dan banjir. Pembangunan ini juga akan melindungi jalan desa. Anggaran dana desa dinilai tidak cukup untuk proyek ini, sehingga bantuan dari Bupati Bireuen, H. Mukhlis, sangat diharapkan.

Reporter: IDR (Indra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *